Semesta Memaksa
Seolah-olah semesta memaksa kita untuk maju, tidak membolehkan diri kita berdiam di zona nyaman. Entah mengapa dari belasan tahun bekerja, usia yang semakin bertambah, tentu yg kita cari adalah kenyamanan bukan?
pinginnya tuh settle aja di 1 tempat, setelah sekian lama berpindah-pindah akibat sistem kerja kontrak. Namun nyatanya tidak bisa, selalu ada saja yang memaksa kita untuk “bergerak”.
Ada kisah lucu yang hendak saya bagikan kepada anda semua yang membaca. Bulan Agustus 2022 kemarin adalah momen tidak sengaja dimana saya dan istri sama-sama dinaikkan levelnya tanpa kami minta.
Dan ini berarti kami sama-sama bersamaan mendapatkan tanggung jawab lebih dari sebelumnya. Cuma bedanya kalau istri tidak keluar dari perusahaan sebelumnya (sudah 10 thn-an), sedangkan saya terpaksa karena kontrak berakhir,tidak diteruskan dan harus segera mencari di tempat lainnya sebagai pencari nafkah utama. Alhamdulillah, dikasih langsung sama Allah penggantinya sehingga tidak terjadi kondisi istri bekerja suami menganggur.
Namun ada perasaan takut di hati kami, takut tidak bisa melaksanakan tugas baru, tanggung jawab baru yang lebih besar dari sebelumnya.
Kami sama-sama saling support saja dan mendoakan semoga semuanya lancar, insya Allah. Nothing to lose lah, yang penting do your best aja. Perihal hasilnya nanti kita serahkan kepada Allah, karena kita tidak tau apa yang akan terjadi ke depannya.
Ya, itulah yg terjadi.... di saat udah enak-enaknya situasi dan kondisi, tapi ternyata semesta memaksa, melarang menikmati itu semua terlalu lama. Memaksa untuk maju, untuk menggunakan otak lebih lagi
Saling doakan yang terbaik ya, untukmu juga...
Salam,
Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu untuk tulisan di atas?