Langsung ke konten utama

Ikuti Blog Ini Agar Update

Hati-Hati Membeli Produk Digital Marketplace Luar Negeri

 Produk digital misalnya seperti software, SAAS (web based), tools banyak dijual di dunia khususnya dari marketplace luar negeri seperti jvzoo dan warrior plus selain dari dalam negeri. Anda bisa membeli sesuai dengan kebutuhan bisnis anda. Pada tulisan kali ini, saya hendak menyampaikan Ketika anda memutuskan untuk membeli produk dari marketplace luar negeri, maka harus berhati-hati memilihnya.

Jangan tertipu oleh tampilan luar, dan copywriting mereka, tidak semua seller benar-benar bagus produknya dan juga tidak semua jelek. Khususnya dalam hal ini adalah Software web based (SAAS) atau aplikasi yang digunakan tanpa harus install ke dalam computer anda. Ada beberapa aplikasi yang pada akhirnya tidak semua fiturnya berfungsi, tidak seindah yang ditulis pada sales letter mereka.

Brett Slansky, salah satu youtuber dan reviewer produk digital juga sering mengupas, membahas soal ini khususnya bagi vendor yang mengklaim dapat meningkatkan traffic dalam sekejap hanya dengan 1 klik misalnya. Padahal kita tau untuk urusan traffic itu banyak faktornya, dan Ketika traffic tinggipun belum tentu itu orang-orang yang memang sedang mencari solusi.

Kalau di dalam negeri seperti server penumpang iklan, agar iklan anda banyak diviralkan, namun benarkah demikian? Jawabannya bisa ya bisa tidak. Namun kita tidak membahas hal itu sekarang karena di postingan ini kita bahas agar dapat terhindar dari vendor-vendor nakal di luar negeri atau minimal kita bisa meminimalisir bila sudah mengetahui ciri-cirinya.

Rate Review di Warrior Plus

Sebelum memutuskan untuk membeli salah satu produk di marketplace ini, kita bisa melihat rating dari vendor tersebut.

Pergi ke marketplace >> top product >> ambil dari sana atau view all product untuk melihat semua produk.

Kemudian klik nama seller

Dari sana akan terlihat rating rata-rata keseluruhan vendor tersebut dan juga rating setiap produk yang diluncurkan dari vendor itu. Jika melihat rating rata-rata maka yang berating hanya bintang 2 belum tentu jelek juga sih, tinggal kita mengacu ke rating tiap produk-produknya saja, dan dari pengalaman kalau ratingnya kurang dari 2 udah deh jangan diambil karena kemungkinan banyak yang kecewa atau tingkat return yang tinggi.

Cara mengecek profile, maka setelah login ke warrior plus, silahkan ketik https://warriorplus.com/member/namavendor

Ubah namavendor menjadi vendor yang ingin anda cek track recordnya.

Pengalaman penulis pernah membeli sebuah SAAS social media, awalnya di sales letter dikatakan bisa schedule post baik di facebook, Instagram, twitter, pinterest dan lain-lain. Namun setelah mencoba membeli front endnya, ternyata facebook tidak ada di sana, hanya Instagram dan lainnya. Ketika mencoba schedule post di Instagram melalui aplikasi tersebut, namun juga ternyata tidak terkirim. Hanya fitur multiple post, penyimpanan gambar, dan caption saja yang bisa. Menghubungi supportnya pun juga percuma karena tidak ada balasan email apapun darinya.

Setelah saya cek profile dan ratingnya, hmmph pantes aja ternyata ratingnya di bawah 2 baik rating secara umum maupun produknya. (dulu belum tau tentang cara mengecek rating di sini).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Subsidi dan IKN

  Ada pernyataan menarik dari pak Presiden ttg subsidi.. Kata beliau, bensin, baik pertalite maupun pertamax itu masih subsidi! Kalo gak disubsidi, duitnya itu bisa buat bangun proyek IKN! Wow.. Kalo yg dengar adalah pendukung fanatik, pasti mereka akan menganggap, ini adalah pernyataan yg heroik, yg luar biasa.. Tapi.. Ayolah.. Hidup gak sesederhana maen petak umpet, Bung.. Pertanyaan pertama.. Kenapa sih ada subsidi? Dan duit subsidi itu, dari mana sih? Subsidi itu bisa macam2 sebabnya. Bisa karena negara itu kaya raya! Semisal Arab Saudi yg kaya minyak, maka dia bebaskan minyak. Atau negara2 maju yg membebaskan biaya2 pendidikan sampai universitas. Dan banyak lagi lainnya. Bisa juga karena ekonomi rakyatnya tidak mampu untuk menanggung beban sebuah komoditas. Dan ketidakmampuan ini, dapat menyebabkan roda ekonomi berhenti. Solusi yg paling mudah adalah, menjadikan harga komoditas itu menjadi murah, yaitu dengan memberikan subsidi. Lalu kalo Indonesia yg mana? Hmm.. Agak komplek....

Promosi Kreatif Kebablasan

  Penggunaan nama Muhammad dan Maria sebagai copywriting promosi miras gratis dari salah satu tempat kumpul, makan, dan minum miras itu memang tidak bisa dianggap remeh. Semua orang juga tahu bahwa minum miras (minuman keras) dihukumi haram baik di dalam Quran maupun Injil. Salah satunya di Al Maidah 90 dan Imamat 9:8-9 Sengaja menggunakan 2 nama simbolik dalam kedua agama ini, adalah Tindakan ceroboh, gak mikir, HANYA demi VIRALITY, plot twist, dan kebablasan. Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah nabi besar dan junjungan dan teladan yang baik bagi umat Islam, sedangkan Maria atau yang dikenal dengan Maryam adalah ibu dari Nabi Isa Alaihissalam juga sangat dijunjung dalam Islam. Bahkan di kitab Al-Quran juga menjadikan nama Maryam menjadi nama salah satu surat yakni surat ke 19 Walaupun banyak orang yang bernama seperti 2 nama tersebut dan mereka berperilaku di luar nilai-nilai kebaikan, tetap saja tidak dapat dimaklumi. Untungnya kasus ini segera ditindaklanjuti melalui pe...