Ada pernyataan menarik dari pak Presiden ttg subsidi..
Kata beliau, bensin, baik pertalite maupun pertamax itu masih subsidi! Kalo gak disubsidi, duitnya itu bisa buat bangun proyek IKN!
Wow..
Kalo yg dengar adalah pendukung fanatik, pasti mereka akan menganggap, ini adalah pernyataan yg heroik, yg luar biasa..
Tapi.. Ayolah..
Hidup gak sesederhana maen petak umpet, Bung..
Pertanyaan pertama..
Kenapa sih ada subsidi? Dan duit subsidi itu, dari mana sih?
Subsidi itu bisa macam2 sebabnya.
Bisa karena negara itu kaya raya! Semisal Arab Saudi yg kaya minyak, maka dia bebaskan minyak. Atau negara2 maju yg membebaskan biaya2 pendidikan sampai universitas. Dan banyak lagi lainnya.
Bisa juga karena ekonomi rakyatnya tidak mampu untuk menanggung beban sebuah komoditas. Dan ketidakmampuan ini, dapat menyebabkan roda ekonomi berhenti.
Solusi yg paling mudah adalah, menjadikan harga komoditas itu menjadi murah, yaitu dengan memberikan subsidi.
Lalu kalo Indonesia yg mana?
Hmm.. Agak komplek..
Kalo BBM, Indonesia saat ini sudah bukan penghasil minyak yg besar. Walaupun sebenarnya, memiliki cadangan minyak yg cukup besar. Kita punya potensi kaya minyak bumi, tp potensi itu blum bisa dikeluarkan. Jadi..
Untuk BBM, alasan subsidi karena rakyatnya tidak mampu. Karena kalo dinaikkin harganya, maka roda ekonomi otomatis langsung berhenti.
Tapi kalo minyak makan, ini yg agak aneh..
Indonesia adalah penghasil terbesar CPO, tapi harga minyak makan mahal luar biasa!
Kita kaya.. Tapi negara pelit.. Dah, itu aja!
Lalu..
Dari mana duit subsidi itu berasal?
Pada akhirnya dari pajak!
Mungkin di awal utang dulu ke mana2. Tapi ketika ekonomi bergerak, dan pajak masuk super besar, maka uang pajak itu dikembalikan dalam bentuk subsidi.
Negara2 eropa, besaran pajak penghasilanya mencapai 40-60%. Namun pajak ini dikembalikan dalam bentuk subsidi2.. Misalkan memberikan layanan gratis untuk banyak hal..
Ada pula negara yg kaya, dari ekspor komoditas! Maka biasanya, negara itu akan memberikan harga murah ke rakyat pada komoditas itu.. Biar gak akan terjadi, ayam mati di lumbung padi!
Kita lanjut ke pertanyaan kedua..
Lebih penting mana? Memberikan subsidi kepada rakyat, atau membangun project IKN?
Sebentar..
Untuk apa dan siapa sih IKN itu?
Apakah rakyat butuh ibukota baru yg fantastis layaknya negeri dongeng?
Jawabannya sangat singkat, teman..
Untuk saat ini, negeri ini, belum butuh ibukota baru!
Wong ibukota lama aja masih ada dan layak.
Apakah kalo gak bikin IKN, negara ini akan hancur? Apakah kalo gak bikin IKN, rakyat ini akan kelaparan? Apakah kalo gak bikin IKN roda ekonomi akan berhenti?
Jadi teman..
Orang yg berkata bahwa kalo gak ada subsidi maka kita bisa bangun IKN, maka bisa jd dia tidak memiliki logika yg baik, atau dia tidak memiliki wawasan keilmuan yg mumpuni. Atau bahkan tidak punya kedua2-nya!
Jangan bandingkan mensubsidi rakyat dgn membangun IKN!
Kalo mau membandingkan, harusnya bandingkan dgn jalan2 rakyat yg rusak, jembatan2 yg kurang, rumah sakit yg tidak layak, dan project2 lain yg memiliki manfaat langsung ke rakyat!
Ingat, tol gak masuk ya.. Itu bisnis! Negara gak berbisnis!
Kesimpulannya teman2..
IKN bukan hal yg mendesak untuk dibiayai dari uang rakyat! Titik..
by Rahmad Ngarasan
Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu untuk tulisan di atas?