Tugas sehari-hari istri saya adalah mengambilkan makanan 2 piring nasi yaitu untuk saya dan anak yg masih ingin disuapi ini. Saya bertugas yg menyuapi si kakak setiap hari 3x sehari sembari bekerja dari rumah, sedangkan sang istri mengurus si kecil bila si mbak yg pulang pergi sedang libur.
Jarang-jarang diberikan lauk ikan seperti pada gambar untuk
saya, karena sebenarnya ia tau saya tidak suka makan ikan namun sekali-kali
bolehlah memberikan. Karena sudah diambilkan oleh sang Istri, maka tidak enak
rasanya jika menolak atau mengembalikan ikan tsb.
Lalu otak ini harus dipaksa untuk memakannya dengan sebuah
pembenaran berikut :
-
Makan ikan itu sehat
-
Makan ikan itu mengandung protein yang tinggi
-
Makan ikan itu bisa menambah kepintaran otak
(haha bener gak? :P )
-
Ikan ini tidak terlalu bau ikan, jadi saya bisa
memakannya
-
Bersyukur masih bisa makan dengan lauk
-
Dll
Yang penting karena sudah diambilkan, maka untuk menghargai
ya begitu.
Terkadang sering anda juga mengharuskan otak melakukan
pembenaran atas sebuah hal yang positif, bukan untuk yang negative.
Jika Malas belajar >> maka pikirkan ini, anda akan
tertinggal dengan yang lain, tidak maju-maju, dan sulit sukses.
Jika Malas ikut pelatihan >> maka pikirkan ini, anda
akan juga tidak maju-maju, anda akan habiskan dana untuk hal yang konsumtif,
tidak memahami pentingnya investasi leher ke atas untuk masa depan.
So, gunakanlah sebuah PEMBENARAN untuk HAL YANG POSITIF,
bukan pembenaran yang Negatif.
See you…
Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu untuk tulisan di atas?