Bila anda memberitahu kepada pemula/newbie dengan kalimat unlimited/lifetime, maka mereka akan segera tergugah dan senang. Namun Ketika memberitahu kepada orang-orang yang banyak makan asam garam, maka mereka tidaklah langsung tergugah.
Jadi benarkah penawaran unlimited atau lifetime itu?
Sebelum ke situ mari kita bahas tentang lifetime warranty
atau garansi lifetime karena di sini orang sering salah kaprah. Lifetime
warranty itu bukan berarti garansi selama kamu hidup, tetapi digunakan untuk
melindungi produk yang sudah kamu beli. Bila dalam produk fisik misalnya
membeli flash disk, maka lifetime warranty artinya selama flash disk tsb masih
diproduksi atau selama distributor masih punya stoknya maka kita masih bisa
melakukan klaim garansi. Tentunya akan jadi berbeda jika sudah tidak ada stok
lagi atau tidak ada produksi lagi. Bila terjadi klaim sedangkan stok sudah
tidak ada, maka yang mengajukan akan mendapatkan tawaran lain seperti menukar
tambah dengan produk versi terbaru.
Bagaimana lifetime untuk produk digital?
Karena produk digital tidak mungkin kehabisan stok, maka
artinya anda akan dapat terus mengakses produk tersebut selamanya, namun semua
bergantung dari si vendornya dan apa produknya juga. Misalnya nih anda membeli
sebuah Ecourse yang dapat diakses dalam member area dengan system LMS, dia
menaruh ecourse di sebuah domain/hosting tertentu, nah semisal ternyata suatu
waktu dia tidak melanjutkan domain/hostingnya tsb, maka menjadi tidak dapat
diakses lagi.
Tapi kalau produk yang dapat anda download seperti template
PPT, video ecourse, maka tentu bisa anda pakai selamanya tanpa bergantung lagi
kepada si vendor.
Software / web based apps gimana? Software juga masih
bergantung kepada vendor atau platformnya, makanya biasanya si vendor akan
menerapkan biaya tahunan sebagai masa supportnya, bila anda ingin terus
disupport dan diupdate, maka harus melanjutkan perpanjangan tahunannya. Tetapi
bukan berarti tidak ada yg lifetime, misalnya page builder seperti Xfunnels,
Fxfunnels, yang hanya sekali bayar tapi sampai bertahun-tahun masih tetap bisa
dipakai, bahkan Xfunnels ada versi updatenya yang sekarang sudah sampai v3 lalu
akan memunculkan v4.
Tapi hati-hati juga, contoh page builder yang mati/tewas
padahal dulu digadang-gadang lifetime adalah flexyai, bahkan 2 vendor besar
Indonesia (yg saya tahu) sempat kecele gara-gara sudah kadung meminang flexyai dan
membrandingnya di masa lalu.
Jadi gimana dong mas, untuk melihat ini aman atau gak
lifetimenya?
Oke pertama untuk meminimalisir hal buruk terjadi, berikut
adalah tipsnya :
1.
Lihat siapa orang yang berada di belakang produk
tersebut, siapa ownernya apakah amanah?, siapa investornya? Bagaimana track
recordnya?
2.
Khusus hosting, apakah lifetime itu ditawarkan
terus menerus atau hanya terbatas? Aslinya harusnya tahunan, karena secara
logika merawat bisnis hosting itu butuh biaya besar dan tidak mudah, ada
maintainance berkala, ada upgrade server, dan lain-lain.
3.
Apakah produknya boleh dijual bebas secara
legal? Contoh banyak yang menjual GDU di masa lalu, dan sudah dijelaskan
padahal bahwa GDU itu tidak dijual bebas apalagi diagensikan. Bayangin aja
ditawari tempat simpan/drive unlimited namun hanya sekali bayar, logis?
4.
Tanya kepada orang yang lebih dulu mengetahui.
Segitu dulu ya nanti kepanjangan, semoga bermanfaat
Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu untuk tulisan di atas?