Beberapa hari yang lalu, kebetulan pengurus masjid dekat rumah mengadakan trial memanah bagi siapa saja yang ingin mencoba berkenalan dengan olahraga yang dianjurkan oleh nabi di zaman dahulu ini. Saya dan mas Naufal (putra pertama) pun mengambil kesempatan ini karena waktunya pas setelah waktu sholat Ashar di hari Minggu, kebetulan belum pernah mencoba sama sekali olahraga panahan ini.
Pertama-tama kami diperkenalkan dengan busurnya, talinya dan
bagaimana cara memasang mengikatkan tali ke busur, lalu perkenalan dengan anak
panah dan adab-adabnya.
Nah ini ada yang menarik perhatian saya selain belajar
teknisnya, yaitu ADAB. Percayalah ini akan mempengaruhi performa bermain ke
depan, (kebetulan dulu saya menjadi pemain bulutangkis & kempo jadinya agak
ngeh tentang ini). Apa yang diajarkan pelatih memanah tersebut tentang Adab?
Dari cara memperlakukan busur dan anak panah,
Bagaimana menenteng busur Ketika berjalan, (tidak asal
menggeretnya tetapi disangkutkan pada bahu)
Bagaimana memegang anak panah Ketika mengambil dari
tempatnya, (tidak mengacungkan ujung anak panah ke arah lain melainkan
menutupinya dengan genggaman tangan).
Jangan menyalahkan busur dan anak panah ketika melenceng
dari sasaran, TETAPI salahkan diri sendiri, evaluasi apa yang kurang dari yang
sudah dilakukan.
Oke, seketika saja agak sadar oh iya ya, dulu saya
memperlakukan raket dengan buruk, kadang melemparnya jika sedang kesal,
menyalahkan angin, menyalahkan sepatu yang licin, menyalahkan shuttlecock,
hingga menyalahkan lampu di lapangan dan pasangan jika bermain double.
Astargfirulloh,,,padahal seharusnya salahkan diri sendiri dulu.
Di saat lain, ketika saya memperlakukan raket dengan benar, menghormati shuttlecock dan lawan, maka performa permainan pun menjadi lebih baik dan tenang. Begitu juga di olahraga beladiri Shorinji Kempo, saat yang lain asal saja memakai sabuknya ketika sedang tanding randori (pertarungan bebas dengan Do pelindung), maka saya memilih tetap memakai sabuk dengan rapih. Memang kelihatannya tidak ada pengaruhnya, padahal tidak, justru itu membuat kita semakin rapih merencanakan serangan dan pertahanan/strategi tanpa disadari.
So, itulah pentingnya kita paham Adab selain Ilmu dalam segi
kehidupan apapun profesi anda saat ini. Jika Anda seorang pebisnis, maka pahami
aturan mainnya dulu, pahami ToS (Term of Service)-nya, baru praktek
gila-gila’an. Kalau terjadi rugi/boncos, juga evaluasi diri Kembali.
Bila anda seorang karyawan di sebuah perusahaan, janganlah
suka menjatuhkan teman, siapapun bisa melakukan kesalahan termasuk kita.
Sebelum menyalahkan factor luar, ada baiknya kita marahi factor internal, yaitu
diri sendiri.
Bila anda seorang suami atau istri, tentunya ada waktu
terjadi kesalahpahaman berkomunikasi dengan pasangan anda, maka tenanglah
terlebih dahulu, jangan mudah saling menyalahkan. Ingat pesan nabi selain
memanah, berenang, dan berkuda… ada hal penting yang dianjurkan, apakah itu?
yaitu bersenda guraunya antara suami dengan istri. Cieee….
Sekian semoga menginspirasi para pembaca.
Komentar
Posting Komentar
Apa pendapatmu untuk tulisan di atas?